l Gambar diatas menjelaskan mengenai perjalanan obat dalam tubuh, dimana
jika dibuat contoh kecil perjalanan obat dalam tubuh meliputi Obat à mulut à kerongkongan à lambung à usus. Pada obat (tablet) terjadi proses disolusi yaitu pelepasan zat
aktif dari sediaan obat, dimana setelah kontak dengan cairan tubuh tablet akan
mengalami desintegrasi (hancurnya tablet menjadi granul/agregat) kemudian
setelah menjadi granul tablet akan mengalami proses deagregasi (hancurnya
granul menjadi partikel halus), setelah menjadi partikel halus lalu obat
(tablet) mengalami proses disolusi.
l Sebenarnya proses
disolusi dapat terjadi pada saat obat masih berbentuk tablet ataupun pada saat
berbentuk granul karena zat aktif obat sebenarnya berada pada tepi-tepi pada
tablet begitupun juga dengan granul karena di sisi luar granul terdapat zat
aktif sehingga memungkinkan terjadinya disolusi. Tetapi proses disolusi yang
paling bagus terjadi pada saat obat berbentuk partikel halus karena semakin
kecil ukuran partikel maka kecepatan disolusinya semakin besar.
l Setelah terjadi proses
disolusi, maka obat akan masuk kedalam larutan tubuh (larutan lambung) à usus. Problem disolusi larut dalam larutan (jumlah zat aktif dalam
larutan mempengaruhi zat aktif dalam darah).
l Setelah dari usus akan
diabsorpsi kedalam darah, disinilah akan dilihat efek obat, dimana semakin
banyak zat aktif yang larut, maka efek obat akan semakin baik.
l Dari darah ini obat
akan disebarkan ke seluruh tubuh yang meliputi :
No comments:
Post a Comment