Sunday, March 17, 2019

Salep Jerawat Yang Di Jual Di Apotek

OBAT TOPIKAL ATAU SALEP UNTUK JERAWAT

1. Retinoid topikal 0,025-0,1%
 retinoid merupakan obat dengan Cara kerjanya yaitu dengan pelling atau mengangkat komedo dengan cara membuka pori-pori yang tersumbat. retinoid juga sering di sebut sebagai obat tretinoin, karna tertion sendiri merupakan obat golongan retinoid. Obat Retinoid memiliki manfaat Untuk mengatasi jerawat, Untuk menangani kulit yang kasar, berkerut, dan flek hitam di wajah (hiperpigmentasi) karena paparan sinar matahari.
 Tretinoid Aman di gunakan Untuk anak usia 12 tahun sampai dengan orang dewasa. Untuk mengobati jerawat, gunakan krim yang mengandung 0,01-0,1% tretinoin, dan  ambil secukupnya dengan ujung jari. Oleskan secara merata di daerah wajah yang berjerawat sebanyak 1-2 kali.
 Pada kondisi kulit kasar, berkerut, dan hiperpigmentasi, kandungan tretinoin yang digunakan adalah 0,02-0,05%. Ambil krim secukupnya dengan ujung jari, kemudian oleskan ke area wajah yang telah dibersihkan dan dikeringkan sebelumnya, tiap malam sebelum tidur. Hasil pemakaian tretinointopikal untuk beberapa kondisi di atas dapat bervariasi. Umumnya hasil pengobatan mulai tampak setelah 2-6 bulan penggunaan. Kunci dari keefektifan obat ini adalah cara penggunaan yang konsisten dan teratur. Namun obat golongan retinoid ini harus di beli dengan resep dokter ketika membelinya di apotek.
 Merek Dagang Yang dapat di temui di Apotek :Lumiquin, Melavita, Refaquin, Retin-A, Skinovit-CP, Trentin, Trequinon
 
 
2. Benzoyl peroksida 2,5-10%
 Benzoyl Peroksida merupakan obat yang di gunakan untuk mengurangi peradangan, membunuh bakteri penyebab jerawat, dan membuka pori-pori kulit yang tertutup. 
Obat Ini dapat di beli bebas di apotek namun ketika di ikuti dengan obat golongan antibakteri atau antibiotik maka harus dengan resep dokter. Obat ini aman di gunakan oleh Anak usia 12 tahun hingga orang dewasa dengan dosis yang tidak berlebihan pada aturan pakai 1-2x sehari di oleskan.

3. Asam Salisilat 2-5%
 Asam salilisat dapat membantu mempercepat proses pembentukan sel kulit baru. Obat jerawat ini biasanya direkomendasikan untuk membersihkan pori-pori sehingga tidak tersumbat dan kulit jadi lebih halus. Obat ini melembutkan dan menghancurkan stratum korneum dengan meningkatkan hidrasi endogen yang menyebabkan lapisan tanduk kulit membengkak, melunakkan, dan kemudian deskuamasi. Pada konsentrasi tinggi, asam salisilat memiliki efek kaustik. Obat ini juga memiliki aktivitas antijamur dan antibakteri yang lemah.
 Asam Salisilat juga merupakan Kandungan Obat yang terdapat pada campuran berbagai kosmetik. asam salisilat dapat di beli di apotek dengan atau tanpa resep dokter.
 Dosis penggunaan nya sendiri untuk Dewasa : produk dengan kadar 0,5-2% : Oleskan tipis ke daerah yang terkena 1-3 x sehari, kurangi menjadi 1 x sehari atau setiap dua hari jika terjadi kekeringan atau pengelupasan.. Selain di gunakan sebagai obat jerawat Asam salisilat ini juga di gunakan sebagai obat indikasi pada kulit lainnya.

4. Antibiotik topikal
Antibiotik di digunakan di sini yaitu tetrasiklin,clindamisin, dan eritromisin, di mana obat-obat antibiotik ini akan mengurangi jumlah bakteri penyebab jerawat pada kelenjar polisebaseus. obat antibiotik ini tidak dapat di beli bebas di apotek melainkan harus dengan resep dokter.
  

Friday, March 15, 2019

PERJALANAN OBAT DI DALAM BADAN



l  Gambar diatas menjelaskan mengenai perjalanan obat dalam tubuh, dimana jika dibuat contoh kecil perjalanan obat dalam tubuh meliputi Obat à mulut à kerongkongan à lambung à usus. Pada obat (tablet) terjadi proses disolusi yaitu pelepasan zat aktif dari sediaan obat, dimana setelah kontak dengan cairan tubuh tablet akan mengalami desintegrasi (hancurnya tablet menjadi granul/agregat) kemudian setelah menjadi granul tablet akan mengalami proses deagregasi (hancurnya granul menjadi partikel halus), setelah menjadi partikel halus lalu obat (tablet) mengalami proses disolusi.
l  Sebenarnya proses disolusi dapat terjadi pada saat obat masih berbentuk tablet ataupun pada saat berbentuk granul karena zat aktif obat sebenarnya berada pada tepi-tepi pada tablet begitupun juga dengan granul karena di sisi luar granul terdapat zat aktif sehingga memungkinkan terjadinya disolusi. Tetapi proses disolusi yang paling bagus terjadi pada saat obat berbentuk partikel halus karena semakin kecil ukuran partikel maka kecepatan disolusinya semakin besar.
*      Sehingga : K3>K2>K1
*      K1 = Kec. Disolusi pada saat bentuk tablet
*      K2 = Kec. Disolusi pada saat bentuk granul
*      K3 = Kec. Disolusi pada saat bentuk partikel halus
l  Setelah terjadi proses disolusi, maka obat akan masuk kedalam larutan tubuh (larutan lambung) à usus. Problem disolusi larut dalam larutan (jumlah zat aktif dalam larutan mempengaruhi zat aktif dalam darah).
l  Setelah dari usus akan diabsorpsi kedalam darah, disinilah akan dilihat efek obat, dimana semakin banyak zat aktif yang larut, maka efek obat akan semakin baik.
*      K.dist + K.abs = Efek
*      K.dist = Kelarutan obat didalam medium (solvent)
*      K.abs  = Koefisien partisi
l  Dari darah ini obat akan disebarkan ke seluruh tubuh yang meliputi :
*      Tempat penyimpanan (DEPO) = Ex : Glukosa masuk kedalam liver akan disimpan menjadi glikogen.
*      Obat terikat = Obat yang masuk terikat oleh protein atau zat kimia yang lain.
*      Tempat aksi = Ex : Obat analgesic, antipiretik, atau sedative akan dibawa ke otak dan merangsang susunan syaraf pusat.
*      Bio transformasi = Akan mengalami metabolism dalam hepar (tujuannya agar struktur zat kimia tidak berbahaya bagi tubuh) à Eliminasi